Waka DPRD Berharap Ekonomi Jambi 2020 Meroket

Kamis, 12 Desember 2019 | 16:05:18 WIB | Dibaca: 211 Kali


Waka DPRD Provinsi Jambi (pertama kanan) bersama Gubernur Jambi, Kepala Perwakilan BI Jambi, Kepala OJK Jambi, Anggota DPR RI dan Anggota DPD RI dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel BW Luxury, Kota Jambi, Kamis (12/12).

DPRDPROVINSIJAMBI - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra berharap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2020 meningkat siginifikan ditopang dari segala bidang.

"Dari presentasi Bank Indonesia Perwakilan Jambi, diketahui inflasi jambi cukup rendah dan mudah-mudahan nanti di kuartal 2020 perkembangan ekonomi Jambi juga meroket," katanya usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel BW Luxury, Kota Jambi, Kamis.

Rocky berharap pertumbuhan ekonomi Jambi 2020 meningkat dari segala sisi baik dari pertanian dan terutama Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM).

"UMKM Jambi kita harapkan jadi penopang ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Dan selamat untuk BI atas pencapaiannya mudah-mudahan di tahun 2020 nanti pencapaian ekonominya makin cemerlang dan lebih hebat lagi," ujarnya.

Sebelumnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang mengusung tema "Sinergi, Transformasi dan Inovasi" itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2020 diperkirakan meningkat ditopang kinerja lapangan usaha.

"Kinerja ekonomi daerah akan ditopang oleh perbaikan kinerja lapangan usaha pertanian, pertambangan dan perdagangan sejalan dengan pemulihan ekonomi global," katanya.

Selain itu, katanya kebijakan pemerintah terkait penerapan biodiesel B30 dan B50 akan mendorong perbaikan permintaan dan harga komoditas kelapa sawit di tingkat lokal.

Kemudian meningkatnya permintaan komoditas pertanian dan pertambangan, akan tercermin pada pertumbuhan ekspor daerah dan konsumsi rumah tangga di sisi pengeluaran.

"Selain itu, kinerja konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga diperkirakan meningkat seiring penyelenggaraan Pilkada serentak di wilayah Provinsi Jambi," katanya lagi.

Namun diperkirakan ekonomi daerah masih menghadapi risiko kerentanan berhubung struktur ekonomi daerah yang berbasis pada komoditas pertanian dan pertambangan yang cenderung rentan terhadap perubahan faktor eksternal.

Untuk itu, kata Bayu, menghadapi risiko kerentanan, ia mengajak para pihak memperkuat sinergi, mendorong transformasi dan inovasi untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah.

"Untuk itu, kami mencatat tiga perbaikan penting yang dapat dilakukan. Pertama memperkuat sinergi untuk mendorong produktivitas dan peningkatan kualitas komoditas ekspor unggulan daerah. Kedua, mendorong transformasi struktural melalui akselerasi hilirisasi, yaitu transformasi dari ekonomi berbasis bahan mentah ke arah industrialisasi dan ketiga, mendorong inovasi sumber pertumbuhan baru ekonomi antara lain melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan perbaikan iklim investasi, penyediaan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM," ujarnya.

Selain itu, dalam mencermati tantangan ekonomi ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, OJK dan otoritas lainnya.

"Dengan semangat sinergi, transformasi dan inovasi kami yakin pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi akan lebih baik ke depan, menuju daerah yang maju dan semakin sejahtera," katanya menambahkan.***