Ketua DPRD Hadiri Pembukaan MTQ ke-49 Tingkat Provinsi Jambi di Bungo

Senin, 18 November 2019 | 09:36:16 WIB | Dibaca: 219 Kali


Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, S.Hi. M.Si menghadiri langsung pembukaan MTQ ke 49 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019 di Kabupten Muara Bungo,Sabtu malam(16/11).

DPRDPROVINSIJAMBI - Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto menghadiri langsung pembukaan MTQ ke-49 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019 di Kabupten Bungo, Sabtu(16/11) malam.

Pelaksaaan MTQ ke-49 Tingkat Provinsi Jambi dibuka langsung Gubernur Jambi Fachrori Umar di tandai dengan pemungkulan beduk dan diikuti oleh para walikota dan bupati se-Provinsi Jambi.

Pembukaan MTQ juga dihadiri Anggota DPR RI Dapil Jambi Zulfikar Ahmad, Sekda Provinsi Jambi M. Dianto, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi serta Anggota DPRD Provinsi Jambi diantaranya Hasyim Ayub, Kamal HG, Musharuddin, Izhar Madjid, Mesran, Wartono Triyan Kusumo dan Rudi Wijaya.

Ketua DPRD Edi Purwanto mengungkapkan kekagumannya atas penyelenggaraan MTQ kali ini. Dia juga mengaku tergugah dengan antusiasme masyarakat yang berkunjung dan memadati lokasi MTQ.

"Perhelatan MTQ kali ini begitu sukses. Penataan acara begitu rapi dan terlihat sangat dikoordinir. Saya mengapresiasi pihak panitia. Begitu juga dengan antusiasme masyarakat. Dari sebelum acara dimulai masyarakat yang berkunjung sudah memadati lokasi MTQ," kata Edi.

"Saya berharap segenap peserta MTQ atau Kafilah dapat mengikuti ajang MTQ dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meraih prestasi dan berkiprah di jenjang yang lebih tinggi, seperti tingkat nasional bahkan internasional," katanya lagi.

Sementara Gubernur Jambi dalam sambutannya mengatakan MTQ merupakan wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari sisi kerohanian dan pembangunan karakter.

Fachrori berharap MTQ dapat meningkatkan kesadaran semua umat terhadap pentingnya pembangunan nasional yang berkeseimbangan lahir dan batin.

"Pelaksanaan MTQ di samping untuk menyiarkan kalimah-kalimah Allah akan terpancar ke hati sanubari umat Islam yang berada di kota maupun di pedesaan, juga mengandung nilai agama yang cukup tinggi karena dapat membangkitkan kembali semangat generasi muda dan masyarakat untuk membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-quran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Fachrori.

Menurutnya tujuan pembangunan mengisyaratkan kehidupan yang serasi antara duniawi dan ukhrawi.

"Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut perlu dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kualitas sumber daya manusia yang mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam mewujudkan insan-insan yang dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain dan mampu memberikan warna bagi bangsa dan masyarakatnya," kata Fachrori.

Pelaksanaan MTQ ini, lanjut Fachrori, merupakan salah satu wahana peningkatan kualitas sumber daya manusia, iman dan ketaqwaan serta meningkatkan kreativitas.

"Penyelenggaraan MTQ tidak dapat dipisahkan dari upaya menumbuhkan kecintaan umat kepada Al-quran dimana kegiatan ini memadukan seni, ilmu dan agama. MTQ sebagai sarana pengembangan seni telah menunjukkan hasilnya sedangkan sebagai sarana pengembangan ilmu dan agama belum menunjukkan dampak yang luas dalam masyarakat," katanya.

Fachrori mengatakan bahwa pernyataan ini memberikan isyarat bahwa masih belum banyak orang yang mengamalkan Al-quran dan masih banyak nilai-nilai luhur Al-quran yang harus digali.

"Saya berpesan agar kita menyamakan niat dalam penyelenggaraan MTQ sebagai ibadah kepada Tuhan, karena kalam atau firman Tuhan yang dijadikan media untuk memelihara kemuliaan Al-quran dengan menggali makna yang terkandung di dalamnya kemudian dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya iven ini mampu mengembalikan tujuan menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidup, petunjuk, serta sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai kehidupan yang bermakna," jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi, Muhammad mengatakan bahwa MTQ bukan hanya ajang untuk mencapai prestasi tetapi dapat mendukung membangun karakter anak bangsa, dengan berlandaskan nilai-nilai Al-quran.

Muhammad mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bungo atas penyelenggaraan MTQ dan atas antusiasme masyarakat dalam menyukseskan dan memeriahkan MTQ ini.

"Saya mengimbau agar MTQ dijadikan sebagai sarana untuk lebih memahami nilai-nilai Al-quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mewujudkan harmoni dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Bupati Bungo, Mashuri, menyampaikan ucapan selamat datang kepada semua kafilah serta tamu undangan yang hadir.

"MTQ kali ini bukan sekedar untuk mencari siapa juara atau hadiah saja, namum lebih pada memahami isi kandungan Al-quran. Dengan MTQ ini, bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-quran, sekaligus sebagai syiar Islam di tengah kehidupan masyarakat kita, karena ditengah pengaruh globalisasi generasi kita perlu dipersiapkan untuk memaknai Al-quran itu sendiri," ujar Mashuri.

Mashuri juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi terhadap kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bungo untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-49.

"Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur mempercayai Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah MTQ ke-49 Tingkat Provinsi. Sekaligus terima kasih juga kepada H.Ismail menghibahkan tiga hektare lahan untuk lokasi MTQ ini serta segenap panitia. Semua bangunan yang ada sekarang dikerjakan pada tahun 2019.

Ini juga digenjot supaya semua rangkaian MTQ tingkat Provinsi Jambi berjalan dengan lancar. Ada 1.000 peserta yang ikut dalam MTQ ini. Selain panggung utama, pemondokan bagi kafilah sudah kita siapkan," kata Mashuri.(*)