Dewan Provinsi Jambi Ajak Mahasiswa Jadi Relawan Peduli Asap

Senin, 23 September 2019 | 17:33:34 WIB | Dibaca: 106 Kali


Foto bersama usai pertemuan

DPRDPROVINSIJAMBI - Perwakilan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai Perguruan Tinggi di Jambi menemui Anggota DPRD Provinsi Jambi untuk menyampaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengakibatkan pencemaran udara atau kabut asap yang semakin parah sehingga aktivitas pendidikan lumpuh dan sejumlah penerbangan dibatalkan serta masyarakat Jambi banyak terserang Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA).

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sementara Edi Purwanto didampingi Anggota DPRD Provinsi Jambi. Hadir juga dari Polda Jambi AKBP Heru Widayat diruang Banggar, Senin (23/09/2019).

Perwakilan BEM dari STITEKNAS Jambi menyampaikan, sudah satu bulan lebih kabut asap menyelimuti sejumlah daerah Jambi, yang terparah dalam minggu ini. Hal ini yang menjadi pertanyaan sejauh mana tindakan yang dilakukan Pemda dan pihak terkait dalam mengatasi kebakaran yang begitu cukup luas ini.

"Kami juga berharap kedepanya bagaimana strartegi dalam menanggulanggi kebakaran. Problemnya seperti apa dan penanganannya seperti apa ke depannya,"ucapnya.

BEM STISIP NH juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak dengan tegas atas oknum atau perusahaan yang telah membakar hutan dan lahan yang secara segaja.

"Kami melihat sesuai dengan data lahan terbakar di jambi ini banyak juga milik korporasi , untuk kami harap dewan sebagai wakil rakyat untuk koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengambil tindakan yang tegas," jelasnya.

Ketua Sementara DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto menyambut baik pertemuan dengan mahasiswa- mahasiswa Jambi sebagai sosial kontrol dan agen perubahan dan menginginkan mahasiswa sebagai mitra kerja untuk membangun Jambi kedepannya lebih baik.

"Pertemuan ini terkait masalah asap. Kita munculkan mahasiswa relawan peduli api dan dapat digerakkan dalam hal-hal yang konkrit misalnya ada yang membagi masker dan penyaluran air bersih dan membuat posko-posko di setiap kampus mereka terhadap korban ISPA serta menerima informasi pelayanan di setiap puskesmas dan Rumah Sakit yang tidak melayani korban dari kabut asap," ujarnya.

Ditambahkannya lagi, semua yang dilakukan ini adalah bentuk kepedulian semua stake holder dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap yang sangat pekat.(*)