Komisi III Tinjau Pembangunan Pasar Angsoduo

Selasa, 06 Maret 2018 | 14:38:33 WIB | Dibaca: 195 Kali


DPRDPROVINSIJAMBI - Komisi III DPRD Provinsi Jambi meminta investor segera menyelesaikan pembangunan Pasar Angsoduo Modern di Kota Jambi agar bisa segera dioperasikan pada Ramadhan 2018.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Sopian Ali, mengatakan setelah melihat progres pembangunan Pasar Angsoduo Modern yang diperkirakan mampu menampung 4.000 pedagang itu, pihaknya merasa puas namun masih ada beberapa item yang masih dalam tahap pengerjaan.

"PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) selaku pengembang harus menyelesaikan pembangunan gedung sebelum bulan Ramadhan mendatang. Karena pada bulan tersebut, kebutuhan masyarakat meningkat," katanya saat meninjau pembangunan pasar tersebut, Senin (5/3)

Dikatakannya, dari pantauan Komisi III dilapangan, selain gedung, akses utama masuk juga belum rampung.

Ia juga mengatakan akan membantu pembangunan dalam bentuk koordinasi antar eading sektor.

"Temuan di lapangan, untuk akses masuk terkendala dengan adanya bangunan 10 pintu yang merupakan aset dari Pemkot Jambi. Selain itu atap di blok A dan B bocor. Kami akan panggil Pemkot untuk dipertemukan dengan EBN agar permasalahan ini selesai," katanya.

Sementara itu, Direktur PT EBN, Nur Jatmiko mengatakan secara keuangan pembangunan gedung Pasar Angsoduo sudah 100 persen, bahkan lebih. Namun secara fisik masih di atas 90 persen.

Ia mengatakan, dari 3.210 lapak/kios yang sudah dikerjakan, sekitar 2.000 siap pakai. Dari empat blok yang direncanakan pembangunannya, kini sebanyak tiga blok telah diselesaikan.

Permaslahan yang dihadapi PT EBN kata Jatmiko adalah penempatan pedagang yang sangat sulit, bahkan dia khawatir apabila pembangunan selesai tidak ada pedagang yang menempati.

"Kami baru tahu perkembangannya, laporan tidak secara menyeluruh, ternyata dari bangunan yang disediakan untuk pedagang itu berlebih. Sebenarnya dua blok cukup untuk memindahkan pedagang dari Pasar Angsoduo lama ke pasar baru ini," katanya.

Jatmiko menambahkan, untuk bisa menempati lapak/kios di pasar yang baru, pedagang setidaknya melunasi uang muka pembelian kios sebesar 20 persen.

Pasar Modern Angsoduo bakal menjadi pasar tradisional terbesar di Indonesia dengan luas lahan tujuh hektare, dan digadang-gadang menjadi ikon Provinsi Jambi.(*)


Sumber: Antaranews.com