Dewan Kecam Aksi Pembantaian Rohingya

Selasa, 05 September 2017 | 23:58:30 WIB | Dibaca: 66 Kali


Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Cornelis Buston dan Wakil Ketua, Chumaidi Zaidi serta Gubernur Jambi saat sidang paripurna

DPRD Provinsi Jambi menggelar paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadapap RAPBD 2017 dan KUPA PPAS 2018, Selasa (5/9). Di sela-sela sidang itu, salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi, Poprianto menyampaikan instrupsi.

Popri menyatakan intrupsi terkait keprihatinan menyikapi kondisi pembantaian saudara muslimin Rohingya di Myanmar oleh tentara setempat. Dikatakan Popri, kondisi itu perlu disikapi. 

"Intrupsi pimpinan, melihat kondisi saudara-saudara  kita di Myanmar, pertama perlu kita menyatakan sikap baik dari dewan dan pemerintah provinsi Jambi. Kedua, saya kira kita juga perlu melalui Pemprov Jambi mengirimkan surat ke Presiden RI agar pemerintah segera menentukan langkah-langkah kongkrit dalam mengatasi situasi di Myanmar. Perlu ada desakan agar pemerintah memberikan tekanan untuk menghentikan aksi pembantaian saudara muslim kita di sana," ujarnya.

Terakhir, sambungnya, perlu juga kiranya dewan dan Pemprov membuat gerakan untuk menggalang dana bantuan yang akan dikirim ke Myanmar.

Menyikapi intrupsi ini, Ketua DPRD Provinsi Jambi yang memimpin sidang mengatakan, masukan ini diterima dan akan dibahas dan ditindaklanjuti. "Kita akan tindaklanjuti setelah pembahasan paripurna ini," ujarnya di hadapan gubernur Jambi dan peserta sidang.

Seusai sidang, Cornelis mengatakan, DPRD Provinsi Jambi mengutuk dan mengecam keras aksi kekerasan di Rohingya. Ini, tegasnya, sudah melanggar Hak Azazi Manusia. “Kita mengutuk dan mengecam aksi pembantaian ini, ini pelanggaran HAM dan tidak berprikemanusiaan. Apalagi dunia barat itu sekarang diam saja,” tegasnya.

Pihaknya juga berencana, kata dia, untuk membahas lebih lanjut masalah ini dan mengirim surat ke Presiden RI untuk menentukan langkah-langkah konkrit dalam membantu sudara muslim Rohingya.

“Kita akan tindaklanjuti rencana membuat surat ke Presiden itu, tadi saya juga sudah sampaikan ke Pak Gubernur Jambi. Meskipun, saat ini sebenarnya sudah ada tindakan dari Pemerintah RI, namun untuk kemanusiaan dan kebersamaan kita tetap akan tindaklanjuti,” tambahnya.

Namun yang terpenting, sambungnya, dalam menyikapi kondisi muslim Rohingya yang dibantai habis-habisan itu, ia mengimbau agar masyarakat khususnya Jambi mendoakan saudara-saudara muslim di sana. Selanjutnya, ia juga berharap agar masyarakat bisa memberikan sumbangan untuk membantu saudara-saudara kita di sana.

“Sekarang ini ada beberapa kantong donasi yang mengumpulkan dana untuk membantu saudara kita di sana, marilah kita sama-sama menyisihkan dana untuk membantu saudara kita di sana, berapapun,” harapnya.

Ia menyebut, kejadian ini sebenarnya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Awalnya dulu kabarnya, jelas dia, jumlah muslim di sana mencapai 4 jutaan, tapi kini kabarnya tinggal 1,7 juta lagi. “Habis saudara-saudara muslim kita itu dibantai. Karena itu kita sangat prihatin atas kondisi ini. Penderitaan mereka sangat luar biasa, mereka harus berjuang untuk bertahan hidup,” pungkasnya sedih.

Senada, Gubernur Jambi, Zumi Zola juga mengecam keras krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Ia mengimbau kepada masyarakat Jambi untuk tetap tenang dan mejaga kondusifitas daerah. Dengan kejadian itu Pemerintah Provinsi  akan melakukan penggalangan bantuan secara massal.

Dikatakan Zola, Jumat mendatang sekitar pukul 14.00 dirinya akan mengadakan zikir dan Doa bersama untuk Rohingya. Namun secara pasti lokasi belum disebutkan oleh Gubernur jambi. Nantinya pada kegiatan tersebut juga akan dilakukan penggalangan dana bantuan.

“Nantinya kan kita akomodir untuk bantuan terhadap etnis Rohingya,” katanya.

Lanjut Zola, Ia mengatakan  sesuai dengan sambutan Presiden RI, bahwa krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar jangan dikaitkan dengan agama.  Krisis kemanusiaan  tersebut merupakan perselisihan antara Etnis Rohingya dan asli Myanmar.  Zola mengharapkan, masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal yang di  media sosial. Ia mengakui saat ini banyak  informasi yang beredar bahwa krisis manusia yang terjadi di Myanmar ada kaitannya dengan agama. Jelas jika ada kaitannya pasti akan terjadi perang agama.

Selain itu, dikatakan oleh Zola, dia juga akan mengundang seluruh Forum Kerukunan Umat Beragama untuk membahas, tindak lanjut apa yang akan dilakukan oleh Jambi terkait krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.“Seluruh agama juga mengutuk atas kejadian krisis kemanusiaan di Myanmar,” tambahnya.

sumber: metrojambi.com